..:ceritanya:..

the ordinary day of diday..

10 May 2009

went from being absurdity to (in)sanity

after those office-business-pain-in-the-ass things, sempat menggila sampai akhirnya mendengar lagu ini...

One step at a time
by Jordin Sparks

hurry up and wait so close but so far away
everything that you're always dream of
close enough for you to taste but you just can't touch

you wanna show the world but no one knows your name yet
wonder when and where and how you're gonna make it
you know you can if you get the chance
in your face and the door keep slamming

now you're feeling more and more frustrated
and you're getting all kind of impatient,waiting
we live and we learn to take

one step at a time there's no need to rush
it's like learning to fly or falling in love
it's gonna happen and it supposed to happen
that we find the reasons why,one step at a time

you believe and you doubt
you're confused and got it all figured out
everything that you always wished for
could be yours,should be yours,would be yours if they only knew


when you can't wait any longer
but there's no end in sight
it's the faith that make you stronger
the only way we get there is one step at a time

====
there always a first time for all, either smooth, rough or just lempeng ^__^

22 April 2009

unexpected but predicted

bermula hny tawaran ringan darinya, berupa assignment utk berdedikasi & bergabung sama gerombolan orang2 yg selama ini dipandang sebelah mata.
"bantuin gw, sambil elu belajar jadi gw" imbuh dia saat menutup penawaran itu setelah gw jawab dgn anggukan.
.
berjalan 3 bulan, berbadai otak serta, dikejar target, mengejar motivasi, diburu komplain, memburu bukti
sampi akhirnya terempas dan terdampar dalam "badai politik".
Perseteruan kekuasaan dgn tameng pesta demokarasi yang baru saja terjadi di wilayah negara, ternyata juga mampir ke gerombolan ini.
solidaritas yg kuat ternyata ga bisa menahan penusukan belakang serta pion besar petinggi yang digerakan.
.
idelisme kebentur gara2 standard yg ga kenal lapangan
kebenaran luntur sama sinergi angkuh sopan santun
.
setelah surat2nya selse sore tadi, kalau sempat berujar banyak mungkin dia akan bilang
"i'm leaving..ready or not, its your turn now"

20 April 2009

a cup of soursally with bittersweet life-topping

lama rasanya ga berkumpul dgn sosok2 dimasa2 lalu.. setengah ngantuk, sedikit memaksakan diri bertemu dengan 1 sosok (yg mustinya lebih dari 1) itu
makan malam di tepian gedung, memandang gemerlapan lampu di jalan sudirman, kokoh dan angkuhnya gedung2 itu, meladeni rasa laparnya lambung2 kita dan merajut rapuhnya bbrp bagian hidup
diselesaikan dgn
se-mangkuk soursally.
...
tanya (t): jadi lu udah siap? udah mampu?
jawab (j): ibarat gedung disebelah.. gw tau thu gedung 30 lantai.. meskipun gw cuma tau 10 lantainya aja
t: berari kapabilitas lu ada, cuma secara mental siap ga?
j: *ketawa ngakak*
--
t:... belum menemukan saluran untuk discussing this fuzzing things, as i found in those previous..
j: well u should try.. adjustmen behavior and time.. toh posisi-nya kan sama, cuma beda suasana & waktu
--
t:.. saat tumbuh tanpa sosok ayah, theres something missing dan bakal lu cari pada sosok cowok lu? bukan cowok sbg pengganti ayah, tapi ada cuilan yg hilang dan hrs diisi dulu..?
j & t: maybe.. even sosok itu ada pun ga jamin bahwa something yg missing itu ga missing.
still, it always back to yourself..
how far that u respect and loved yourself?
j: justru itu. klo menynagkut orang lain, kan lebih terasa efeknya.. ga enak kan bikin repot orang dll.. Nah, klo sama diri sendiri? ah ya udah toh i'm dealing with myslef, ga ada yg dirugiin ga ada sanksi nya
t: jadi mau lu apa?
j: ga tau.. gw ga tau apa yg gw mau..apakah bener ini yg gw mau
[sori klo salah ngutip]
j: well try to do with a small things first [talk to myslef too]
.....
....
abis smua perbincangan kehidupan itu, saat mengecap soursally jadi terasa manis

14 March 2009

sementara waktu

untuk sementara, ini euforia bgitu membuncah, terpecah-pecah ke dalam serpihan kebahagiaan hingga kerikil kegelisahan.
penuh harap dan cemas
untuk sementara kita tidak jadi kita seperti sedia kala.
sempat mengutuki waktu yang berjalan di jalur bebas hambatan, menyalip dimensi ruang-mu dan aku.
tapi waktu memang sudah pada tempatnya untuk tidak berpihak pada siapapun, aku, kamu, kita atau mereka.. sebab waktu harus bisa netral menerima semuanya.
yeah,
cuma sementara ya ^__^
*sambil minta ampun sama DJ yang muterin lagunya vagetoz ithu lohhh*

usai terhibur: a late note from Java Jazz Festival 2009

JJF 2009 menjadi JJF paling amburadul,baik dari gw selaku penonton yg dateng ga pegang jadwal dan tiket,
dan nampaknya juga dari panitia nya sendiri yg entah kenapa ga kenal sama angka2 jumlah pengunjung vs kapasitas venue [sok nganalisis mode on] plus blom lagi special show terakhir yang entah kenapa malah ditempatkan di ruangan yg sebelum2nya hny diisi regular show [a.k.a bukan di plenary hall, as a usual special show should be]
yagh cukuplah uneg2nya..
smua komplainan dan maki2 itu terhanyut sedikit demi sedikit berkat aksi panggung Swing Out Sister
yang bener2 memberikan sensasi hiburan buat jiwa [yg lagi "gundah"]
dan raga [yg udah cape bin bete plus uda masuk zona alam mimpi].

repertoar lagu2 yg dibawain udah ga gt inget lagi, tapi agu romantis "la-la means i love you" nya engga dibawain [cs-an sama gundah gulana nya gw ;)]
dan
ada 1 lagu yang sampe dibawain 2x, yg emang empowering bgt ^__^
terobati lah gundah-gulana gw...Luph you SOS, Sist :)

Breakout
When explanations make no sense
When every answer's wrong
You're fighting with lost confidence
All expectations come

The time has come to make or break
Move on don't hesitate
Breakout

Don't stop to ask
Now you've found a break to make at last
You've got to find a way
Say what you want to say
Breakout

When situations never change
Tomorrow looks unsure
Don't leave your destiny to chance
What are you waiting for
The time has come to make your break
Breakout

Don't stop to ask
Now you've found a break to make at last
You've got to find a way
Say what you want to say
Breakout

Some people stop at nothing
If you're searching for something
Lay down the law
Shout out for more
Breakout and shout day in day out
Breakout

01 March 2009

berubah

Secara time-based, jelas, bulan kalender sudah berubah menjadi maret lanjutannya dari februari.

Tepatnya brubah di sisi jargon fave.
Setelah sekian tahun mengusung rangkaian kata bahwa :
"konsisten untuk inkonsisten"
kini berubah jadi
"konsisten untuk berubah"

brubah jadi apa?
jadi sesuatu yg gak pernah mengenal titik akhir.
karena awal dan akhir hanya Dia yg serba Maha lah yg tau dgn pasti.

*ditulis setelah mengkonsumsi jco di buaran plaza sama Liza*

08 February 2009

Berjibaku di dunia laki-laki

Tanpa bermaksud untuk mengkotak2an laki2 dan perempuan, harus diakui ada dunia2 kecil yang masih begitu kental kelaki2annya. Salah satunya kini menghiasi keseharian di kantor [masi tempat project, blom official jadi tempat ngantor].
Di ruangan, mahluk perempuannya klo sama gw ada 4, tapi klo dilapangan jadi tinggal gw sendirian.
Pe-de saja sih, karena terbiasa ga diitung jadi perempuan sama peergroup gw.. tapi jiper juga karena kombinasinya bukan saja mereka semua laki2 dan gw perempuan, tapi ada faktor senioritas, kekerabatan-keakraban sampe faktor lu-itu-anak-baru-tau-apa-si.
Ilustrasi nya bgini:
waktu briefing dgn lancarnya si Bpk. C, beranalogi ttg team player di permainan bola, floor menyambut dgn anggukan..
Nah, tiba giliran gw, dgn sederhanya ngasi celoteh tentang analogi ruang dalam rumah. Sambutan floor nya si lumayan, dgn bertepuk tangan saja
*apa kata orang, perempuan itu emang mahluk rumah*

but life is never ending process, rite?
apa yang sudah jadi, pasti ada keberlanjutannya sebelum kekal berhenti..
saatnya mengetes daya adaptasi gw yg sempat beku, karena udah ga pindah2 lagi
saatnya me-refresh pola pikir baru, bukan saja menyederhanakan tapi membumikan eksekusi dari ide
dan saatnya menjadi diday diantara rekan2 barunya yg kebetulan laki2 smua he3